Karbohidrat

Kandungan Nutrisi Karbohidrat Yang Baik Untuk Tubuh



    Karbohidrat memasok energi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat berfungsi dengan baik. Kandungan karbohidrat ditemukan hampir secara eksklusif pada makanan nabati, seperti buah-buahan, sayuran, kacang polong, dan kacang-kacangan. Selain itu, susu dan produk susu adalah  makanan yang berasal dari hewan yang mengandung karbohidrat.
 
    Karbohidrat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana atau disebut juga gula sederhana, meliputi:
fruktosa (gula buah), sukrosa (gula tebu), dan laktosa (gula susu), serta beberapa gula lainnya.
Buah adalah salah satu sumber alami yang kaya karbohidrat sederhana. Karbohidrat kompleks juga terdiri dari gula, namun molekul gula digabung menjadi satu dengan rantai yang lebih panjang dan lebih kompleks. Karbohidrat kompleks termasuk serat dan pati. Makanan kaya karbohidrat kompleks antara lain:
sayuran, biji-bijian, kacang polong, dan kacang-kacangan.

    Klasifikasi baru untuk karbohidrat didasarkan pada Indeks Glikemik (GI). Indeks ini adalah sistem penilaian untuk menunjukkan berapa banyak glukosa yang muncul di dalam darah setelah makan makanan yang mengandung karbohidrat, semakin tinggi Indeksnya maka semakin besar respon gula darah. Jadi makanan dengan GI rendah akan menyebabkan kenaikan kecil, sementara makanan dengan GI tinggi akan memicu lonjakan yang dramatis.

GI 70 atau lebih dikategorikan tinggi, GI 56 sampai 69 sedang dikategorikan sedang, dan GI 55 atau kurang dikategorikan rendah. Kebanyakan karbohidrat sederhana menaikkan kadar gula darah lebih banyak daripada yang kompleks, tapi tidak selalu. Mengkonsumsi makanan dengan indeks glisemik tinggi dapat menyebabkan obesitas, penyakit jantung dan diabetes. Sederhananya, menerapkan diet indeks glikemik rendah lebih sehat. Makanan indeks glikemik rendah meliputi buah-buahan, sayuran, daging, minyak, dan produk susu. Makanan yang telah di peoses umumnya memiliki indeks glikemik yang tinggi.

    Karbohidrat adalah sumber utama glukosa darah, yang merupakan bahan bakar utama untuk semua sel tubuh dan satu-satunya sumber energi untuk otak dan sel darah merah. Kecuali serat, yang tidak bisa dicerna, karbohidrat sederhana dan kompleks diubah menjadi glukosa. Glukosa kemudian digunakan secara langsung untuk memberi energi bagi tubuh atau disimpan di hati untuk digunakan di masa depan. Jika seseorang mengkonsumsi lebih banyak kalori daripada yang digunakan tubuhnya, sebagian dari karbohidrat yang dikonsumsi akan disimpan dalam tubuh sebagai lemak.

    Karena reaksi kimia yang kompleks di otak, makan karbohidrat memiliki efek menenangkan yang bersifat ringan, dan dapat bermanfaat bagi orang-orang yang menderita gangguan dan/atau depresi musiman.

    Saat memilih makanan kaya karbohidrat untuk makanan Anda, pilihlah makanan yang tidak direfinasi seperti buah-buahan, sayuran, kacang polong, kacang-kacangan, dan produk gandum utuh, bukan makanan olahan seperti soft drink, makanan pencuci mulut, permen, dan gula. Makanan olahan hanya sedikit mengandung vitamin dan mineral yang penting bagi kesehatan anda. Makanan yang kaya akan nutrisi disebut makanan padat gizi. Sebagai tambahan, mengkonsumsi karbohidrat sederhana yang ditemukan pada makanan olahan, terutama selama periode bertahun-tahun, dapat menyebabkan sejumlah gangguan, termasuk diabetes dan hipoglikemia (penurunan kadar gula darah). Masalah lain adalah makanan tinggi gula sederhana yang direfinasi sering juga mengandung lemak tinggi, hal ini harus dibatasi dalam makanan sehat.

    Sebuah kata yang perlu kita ketahui yaitu serat, bentuk karbohidrat yang sangat penting. Dimasa lalu disebut sebagai "serat kasar," serat makanan adalah bagian tanaman yang tahan terhadap enzim pencernaan tubuh. Akibatnya, hanya sejumlah kecil serat yang dicerna atau dimetabolisme di perut atau usus. Sebagai gantinya, sebagian besar bergerak melalui jalur gastrointestinal (pencernaan) dan berakhir di tinja (kotoran atau hasil buangan yang dikeluarkan dari alat pencernaan).

    Meskipun kebanyakan serat tidak dicerna, namun sebagian besar serat mengandung beberapa manfaat kesehatan yang penting. Pertama, serat mempertahankan air, menghasilkan tinja yang lebih lembut dan lebih besar yang mencegah sembelit dan wasir. Diet serat tinggi juga mengurangi risiko kanker usus besar, mungkin dengan mempercepat tingkat di mana tinja melewati usus dan dengan menjaga kebersihan saluran pencernaan. Selain itu, serat akan berikatan dengan zat tertentu yang biasanya dihasilkan dari produksi kolesterol, dan membuang zat-zat ini dari dalam tubuh. Dengan cara ini, diet serat tinggi membantu menurunkan kadar kolesterol darah, dan mengurangi risiko penyakit jantung.

    Sebaiknya sekitar 50 - 60 persen kalori harian anda berasal dari karbohidrat. Jika sebagian besar makanan anda terdiri dari karbohidrat kompleks yang sehat, anda dengan mudah memenuhi standar minimum 25 gram serat yang direkomendasikan setiap harinya. Serat harus berasal dari berbagai macam buah dan sayuran. Biji-bijian utuh lebih baik daripada yang diproses karena mengandung lebih banyak serat. Serat terdapat serat larut atau tidak larut. Jenis yang mudah larut dipecah dalam colon (usus besar). Serat yang tidak larut, tidak dapat dicerna dan akan diekskresikan di tinja.

"Sumber: Buku Prescription for Nutritional Healing"

Raw Meal (Karbohidrat Kompleks) dengan nilai Indeks Glikemik 40, (sangat baik untuk menjaga kesehatan dan untuk mereka yang diabestes).

Klik Disini Tentang Raw Meal
Klik Disini Untuk Pembelian Produk Raw Meal




3 komentar :

  1. Dok.sung....apakah penderita diabetes boleh mengkonsumsi tepung terigu dan tepung gandum...

    BalasHapus
  2. Apakah memakan Buah"an yg matang (yg banyak!) bisa berpengaruh buruk ?

    Maksudnya ... apakah fruktosa buah"an sama berbahayanya dgn sukrosa dan laktosa ?

    BalasHapus
  3. Pagi dok. Saya johan dr kuningan.
    Dok saya sering mengalmai kencing darah, kadang air kencingnya merah bercampur darah, tapi lebih sering air kencingnya bening disertai gumpalan darah. Lalu saya tes urin ke dua lab yg berbeda, tapi hasilnya sama kalo hasil lab saya normal. itu kenapa ya dok?

    Makasih dok sebelumnya.

    BalasHapus